SD 24 Maluku Tengah Launching Kurikulum Merdeka

by -38 views

MALTENG,N25NEWS.id-Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan Salahutu Dinas Pendidikan Maluku Tengah, Budiono melaunching Kurikulum Merdeka sebagai implementasi pada SD 25 Maluku Tengah.

“Kegiatan ini sangat menunjang dalam proses pembelajaran nanti,yakni penerapan kurikulum Merdeka,”kata Budiono N25NEWS.id, disela-sela kegiatan tersebut,Minggu (28/1/2023).

Menurutnya kegiatan yang diprakarsai oleh kepala sekolah SD 24 Maluku Tengah ini, nantinya sangat menunjang dalam proses belajar mengajar.Olehnya,penerapan kurikulum Merdeka tersebut,pihak dinas akan melakukan pendampingan,setelah sekolah menggelar kegiatan workshop.

“Dan kami dari dinas akan menyediakan narasumber untuk memberikan materi dan pembekalan dalam upaya penerapan kurikulum Merdeka di sekolah ini,”ujar Budiono.

Selain itu, Budiono menambahkan,untuk mengadakan workshop sekolah harus mempersiapkan fasilitas yang penunjangnya.Sehingga tentu kegiatan workshop tersebut dapat memberikan pembekalan kepada para guru dalam menghadapi penerapan implementasi kurikulum Merdeka di sekolah ini.

“Saya harap dengan adanya launching IKM di SD 24 Maluku Tengah,nantinya bisa menginspirasi sekolah-sekolah lain yang ada di Kecamatan Salahutu untuk mengikuti jejak yang sudah dilaksanakan di SD 24 Malteng,”harapnya.

Sementara itu,Kepala Sekolah SD Maluku Tengah,Chaterina Frans,S.Sos.,M.Pd,mengatakan ,sekolahnya melaksanakan launching kurikulum Merdeka yang merupakan kurikulum baru yang diturunkan dari pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,dimana sekolah laksanakan launching kurikulum Merdeka dan platform Merdeka mengajar.

“Artinya,supaya sekolah kita juga betul-betul menjalankan program dari pada pemerintah,”papar Chaterina Frans.

Dijelaskan, workshop dilakukan guna untuk memperkenalkan kurikulum Merdeka kepada para guru,yang nantinya akan menerapkannya dalam proses pembelajaran di kelas.Dan rencananya,pada tahun ajaran berikutnya kurikulum Merdeka sudah dijalankan.Hal itu dilakukan sebab SD 24 Malteng bukan sekolah penggerak.

“Untuk itu,saya berharap para guru harus siap menerima perubahan baru terkait kemajuan teknologi.Begitu pula para siswa bisa menerima dan melihat perbedaan kurikulum yang lama dan yang baru yang diterapkan dalam kelas.Sedangkan orang tua murid,kami juga butuh dukungan mereka mengimplementasikan kurikulum ini,”tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.