AMBON,N25NEWS.id-Kunjungan Mollucan Jukulele Leaders (MJL) di SDN 1 Latuhalat,bukan saja untuk melaksanakan program MJL semata,namun kunjungan tersebut juga memberikan motivasi kepada anak-anak di sekolah yang berada di Kecamatan Nusaniwe,Ambon tersebut.
Demikian hal ini disampaikan Kepala Sekolah SDN 1 Latuhalat,Ny.Julia Maria Bastian,S.Pd,kepada N25NEWS.id,Jumat (17/2/2023).
Lebih lanjut,kata Julia Bastian musik tradisional Jukulele yang merupakan identitas orang Maluku,harus dilestarikan agar Jukulele tidak pudar di era digital saat ini.Alasan Jukulele perlu dilestarikan supaya generasi muda di Maluku merasa Jukulele penting bagi kehidupan budaya di negeri raja-raja ini.
“Olehnya,saya ingin kedepannya, sekolah-sekolah lain juga peduli terhadap Jukulele,dengan terus mengembangkan Jukulele,sehingga anak-anak tidak kalah saing dengan berbagai gendre musik dunia saat ini,”ujar Julia Bastian.
Adapun,keberadaan Jukulele di SDN 1 Latuhalat,telah mencapai 1 tahun.Dalam rentan itu,sekolah ini telah menjalankan program Pemkot Ambon dalam hal pengembangan musik tradisional Jukulele.Selain itu,pihak sekolah juga telah bekerjasama dengan orang tua selaku Komite, untuk bagaimana mempersiapkan anak-anak yang memiliki kreativitas memainkan alat musik daerah Maluku salah satunya Jukulele.
“Selain Jukulele,kita kolaborasi dengan alat musik tradisional lainnya,sehingga musik etnik ini sangat enak didengar,”papar Julia Bastian.
SD Negeri 1 Latuhalat dengan jumlah siswa sebanyak 182 ini, betul-betul tertarik dengan musik Jukulele.Padalnya, anak-anak sangat bersemangat bermain Jukulele serta animo mereka sangat tinggi.
“Kami bersyukur karena orang tua murid sangat mendukung,dengan memfasilitasi Jukulele,”kata Julia Bastian.
Dikesempatan yang sama,salah satu koordinator Mollucan Jukulele Leaders,Cobano Sutrahitu sangat mengapresiasi sambutan luar biasa dari anak-anak SDN 1 Latuhalat.
“Kunjungan MJL ke SDN 1 Latuhalat,merupakan komitmen MJL dalam melaksanakan program MJL yakni Jukulele Masuk Sekolah dan sekaligus kunjungan ini untuk melihat perkembangan Jukulele di sekolah tersebut,”ucap Cobano Sutrahitu.
Dia juga mengakui anak-anak di SDN 1 Latuhalat memiliki potensi yang luar biasa,dan bukan saja musik etnik yang mereka tunjukan,namun ada juga tari-tarian.
“Saya harap apa yang ditampilkan SD Negeri 1 Latuhalat,dapat dicontohi oleh sekolah-sekolah lain di Kota Ambon dan Maluku pada umumnya,”tugasnya.
Sementara itu,Pelatih Jukulele SD Negeri 1 Latuhalat,Engel Nanuru mengatakan,banyak tantangan yang dirinya hadapi di sekolah tersebut,salah satunya ada banyak juga anak-anak yang belum maksimal.Olehnya,dirinya berkewajiban untuk memaksimalkan potensi anak-anak dalam bermain Jukulele.
Adapun, sekitar 50 siswa-siswi yang sudah mengikuti Jukulele,namun secara maksimal hanya 30 anak-anak yang sudah berkembang.Dan kebanyakan anak-anak memiliki Jukulele Kombo,jadi belum ada yang bunyinya maksimal.
Untuk itu,sebagai guru saya berharap MJL lebih memotivasi kami,sehingga kedepan adanya iven-iven dadakan kami juga bisa dilibatkan,”tandasnya.
Skip to content






