AMBON,N25NEWS.id-Musik tradisional Jukulele memiliki keistimewaan bukanlah hisapan jempol belaka.Pasalnya, Jukulele bukan hanya dimainkan oleh komunitas tertentu,namun siapa saja boleh memainkan ukulele,pada intinya Jukulele satukan perbedaan.
Hal ini disampaikan Kepala Sekolah SD Latihan 2 Ambon,Rosiana Hattu kepada N25NEWS.id, saat ditemui di sekolah tersebut,Senin (21/11).
Lebih lanjut kata Rosiana,Jukulele saat diterima pada SD Latihan 2 Ambon,bukan tidak ada masalah.Sebab,dirinya selaku kepala sekolah memiliki pertimbangan tertentu,mengingat alat musik ini harus di beli.Selain itu,harganya yang yang tidak murah.
“Saya boleh jujur,sempat pesimis ketika Jukulele mau dimasukan ke sekolah kami, karena alat musik ini harganya cukup mahal,”kata Rosiana Hattu.
“Tapi saya salud kepada orang tua yang memiliki motivasi begitu besar kepada anak-anak,dimana dukungan mereka itu dengan menyiapkan ukulele kepada anak-anak,kemudian kami juga dari sekolah sediakan Jukulele sebanyak 20 buah,”tambahnya.
Selain itu, Rosiana mengakui bahwa Jukulele memiliki dampak yang sangat positif,dalam hal toleransi.Dimana, Jukulele bukan hanya di mainkan oleh siswa-siswi yang beragama Kristen saja,namun juga siswa-siswi yang beragama Islam.
Bahkan keistimewaan Jukulele ini terlihat pada 20 lebih siswa-siswi yang beragama Islam yang begitu antusias bermain Jukulele.
“Para siswa-siswi akhirnya bisa bermain Jukulele,karena pelatih,guru musik dan juga saya terus memberikan motivasi,sehingga hasilnya sangat luar biasa,”ujarnya.
Adapun, Jukulele telah menciptakan toleransi,olehnya keistimewaan Jukulele dalam hal toleransi harus dijaga.Sehingga, Jukulele sebagai salah satu budaya Maluku akan tetap di lestarikan.
Diketahui,ungkap Rosiana Hattu pada SD Latihan 2 Ambon sekitar 110 lebih anak-anak yang ikut bermain Jukulele.Dan itupun belum seluruhnya,karena kelas 1 dan kelas 2 belum terlibat.
“Kalau untuk kelas 2 hanya ada beberapa siswa yang terlibat,namun saya kira yang lain belum terlibat karena belum memiliki Jukulele,”ucapnya.
Sementara itu,salah satu koodinator Mollucan Jukulele Leaders,Nicho Tulalessy mengatakan, program dari Mollucan Jukulele Leaders untuk menjangkau semua sekolah terus dilakukan dan kali MJL menyambangi SD Latihan 2 Ambon untuk melaksanakan program tersebut.
Dikatakannya, untuk SD Latihan 2 Ambon antusias anak-anak sangat luar biasa dan hal ini merupakan suprise bagi MJL,sebab anak-anak yang ikut Jukulele lebih dari 100 anak-anak.
“Kami bangga sekali karena bukan hanya anak-anak dan pihak sekolah yang memberikan dukungan,namun juga orang tua mensuport apa yang sekolah canangkan,”paparnya.
Dijelaskan Tulalessy lagi, antusias anak-anak yang begitu luar biasa tentu,telah mendukung Kota Ambon sebagai City of Music.Selain itu, ukulele memberikan dampak positif yakni memberikan hobi baru,karena meninggalkan gedget dan tentu yang terpenting adalah pembentukan karakter anak-anak.
Nicho juga mengakui sekolah memiliki berbagai mata pelajaran untuk pembentukan karakter,namun musik Jukulele juga menjadi mata pelajaran yang ampuh dalam pembentukan karakter.
“Untuk itu,saya berharap banyaknya anak-anak yang ikut Jukulele sangat baik dan kami tidak hanya melihat kuantitas,tapi kami akui kualitas anak-anak SD Latihan 2 Ambon sangat bagus,”tandasnya.
Skip to content








