AMBON,N25NEWS.id-Program studi (Prodi) Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon akan melakukan program pengabdian dan mengajar kepada masyarakat di Kabupaten Kepulauan Aru.
Hal ini dikatakan Ketua Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, Happy Lelapary,S.Pd,M.Pd,kepada N25NEWS.id,saat ditemui diruang kerjanya,Senin (28/3/2022).
Lebih lanjut Lelapary mengatakan,kegiatan FKIP mengabdi, FKIP mengajar untuk kali ini akan berkolaborasi dengan program studi yang lain dalam program Fakultas FKIP mengabdi dan mengajar,yang di fokuskan pada guru SD dan SMP se-Kabupaten Kepulauan Aru.
“Fokus kita ini akan turun ke Kabupaten Kepulauan Aru,kami akan melakukan kegiatan mengabdi melalui program mengajar yakni guru-guru SD dan guru SMP se-Kabupaten Kepulauan Aru,”kata Lelapary.
Rencananya tim FKIP Mengabdi, FKIP Mengajar ini akan berangkat tanggal 4 – 8 April dan ini merupakan rangkaian kerjasama dengan dinas pendidikan kabupaten kepulauan Aru serta bagian dari tindak lanjut kerjasama antara FKIP Unpatti dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru dalam hal ini dinas pendidikan.
“Kegiatan yang kami lakukan adalah membekali para guru di Aru dengan materi-materi yang berbasis UKG (Uji Kompetesi Guru) dan PPG (Pendidikan Profesi Guru),”ucap Lelapary.
Adapun,terkait dengan kompetensi guru sendiri, Lelapary mengakui pihaknya sementara dihadapkan dengan banyak guru-guru yang tidak lolos dalam seleksi UKG maupun PPG dan ini menjadi tanggung jawab moral lembaga FKIP Unpatti.
Untuk itu,sebagai bagian dari FKIP Unpatti, program studi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia bersama-sama dengan prodi yang lain akan terjun langsung ke Kepulauan Aru untuk mendampingi guru-guru disana (Aru).
“Untuk materi-materi penting yang akan kami sampaikan yang pertama adalah materi bedagogi umum, kemudian bedagogi bidang studi,materi bidang studi,tes evaluasi awal,pembekalan IT,”ujar Lelapary.
Adapun,evaluasi ini akan dilakukan terkait dengan materi-materi yang pihak prodi Bahasa dan Sastra Indonesia ajarkan bagi para guru.Sementara IT ini diturunkan terkait dengan akan memfasilitasi latihan bagi guru-guru dalam menyanggupi tes UKG maupun PPG nanti di Kabupaten Aru.
Olehnya lewat kegiatan FKIP mengajar dan mengabdi secara kelembagaan FKIP Unpatti akan berkontribusi bagi masyarakat, guru-guru yang ada di Kabupaten Kepulauan Aru.”Kemarin sudah dengan Buru,SBT dan ini kami akan terus mengunjungi daerah-daerah kabupaten kota terkait program-program ini.Sebab guru-guru kita harus didampingi, difasilitasi agar mereka bisa lolos dalam seleksi UKG maupun PPG sehingga pendidikan kita di kabupaten maupun provinsi semakin maju kedepan lewat perentaraan kelembagaan Unpatti dalam program FKIP mengajar dan FKIP mengabdi,”katanya.
Sedangkan kata, Lelapary lagi,terkait dengan materi yang akan disampaikan pada prinsipnya sama,ini karena materi-materi binaan terkait dengan mengembangkan kompetensi guru.
“Jadi fokus kita mempersiapkan guru-guru untuk bisa menghadapi UKG maupun tes PPG,jadi sama yang tadi saya bilang bedagogi umum kemudian bidang studi yang ada evaluasi terkait dengan materi bidang studi itu sendiri dan program IT dalam hal ini guru-guru kita akan dibekali dengan latihan tes menghadapi UKG maupun PPG yang berbasis IT,”jelasnya.
Ditambahkannya lagi,prodi bahasa dan sastra Indonesia ini pihaknya menurunkan 3 dosen yang akan berkolaborasi disana dan prodi-prodi yang lain juga sama,semua kebagian 3 dosen guna berkolaborasi disana karena kelas-kelas atau Rumbel-rumbel yang sudah disimpan oleh dinas pendidikan di Kepulauan Aru.
“Dan untuk prodi bahasa Indonesia kami akan ada dalam 10 rumbel khusus untuk guru jenjang SMP, materi yang akan disampaikan seputar materi-materi UKG kemudian materi-materi bedagogi bidang studi dan termasuk latihan-latihan soal yang akan disipqkqn disana,”jelasnya.
Nantinya,kata Lelapary pihaknya akan membagi per bidang studi atau per mata pelajaran di Kabupaten Kepulauan Aru.
“Harapan kami lewat program FKIP mengabdi FKIP mengajar ini program studi bisa memaksimalkan peran yang kami boleh mendampingi masyarakat dalam hal ini guru-guru kita yang ada di Kabupaten kota Maluku untuk dibekali di fasilitasi kompetensi mereka agar mereka berpeluang ketika mengikuti tes UKG maupun PPG bisa lolos,”harapnya.
Untuk diketahui,kuota Maluku dari waktu ke waktu tidak pernah ada yang lolos PPG.Dimana sudah beberapa tahun pelaksanaan ini yang ditemui itu peserta PPG dari Sulawesi,Jawa,Papua dari daerah-daerah lain yang notabene bukan guru-guru dari Maluku.
“Kondisi ini memang yang sangat memprihatikan atas situasi itu lalu kita menggagas Program FKIP mengabdi FKIP mengajar ini dan melibatkan semua prodi yang ada di FKIP untuk terlibat langsung disana,”tandasnya.
Skip to content






