P3M Poltek Ambon Gelar Pengabdian Masyarakat,Rancang Aplikasi Pelaporan Keuangan Klasis Pulau Ambon Utara

by -40 views

AMBON,N25NEWS.id-Politeknik Negeri Ambon melalui Pusat Penilitian Pengabdian Masyarakat (P3M) Kembali menggelar pengabdian masyarakat  di  Klasis Pulau Ambon Utara yaitu merancang suatu aplikasi pelaporan keuangan jemaat Sabtu.15 Oktober 2022.

Menurut,Kepala Pusat Penelitian Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Ambon,Samy Sapteno,dalam kegiatan untuk merancang suatu aplikasi pelaporan keuangan,selain melibatkan jemaat,namun juga Ketua Majelis Jemaat dan Bendahara,yang notabene akan berperan langsung dalam pelaporan keuangan jemaat.

“Memang dalam hal pemilihan Klasis Pulau Ambon Utara tidak ada kriteria yang paten,namun tim kita terdiri dari dosen yang memang sebagian besar berdomisili di Klasis Pulau Ambon Utara sehingga mereka peduli untuk mengaplikasikan kemampuannya untuk bisa diterapkan dalam sistem keuangan secara aplikasi,”ujar Sapteno kepada N25NEWS.id,beluma lama ini.

Diakuinya, kegiatan tersebut tidak hanya untuk saat ini,namun kegiatan ini ada muatan positif yang bisa memperbaiki dan menambah aplikasi yang nantinya bisa dimanfaatkan oleh seluruh jemaat di Klasis Pulau Ambon Utara.

“Saya ingin kegiatan ini tidak hanya sebatas Disni saja,tetapi kedepannya dapat dibuat atau diolah sehingga ada muatan positif guna menambah aplikasi sehingga dapat dimanfaatkan oleh seluruh jemaat,”kata dia.

Sementara itu,Ketua Klasis GPM Pulau Ambon Utara,Pdt W.A.Beresaby mengatakan,rancangan aplikasi pelaporan keuangan Gereja Protestan Maluku sudah barang tentu berpedoman pada peraturan-peraturan gereja.Dimana,mengenai peraturan pokok tentang perbendaharaan GPM dan juga aturan organik tentang sistim pengelolaan keuangan GPM.

“Jadi basis kita pada sistim money sponsibility report yang dibuat atas kerjasama dengan pusat penelitian dan pengabdian masyarakat Politeknik Negeri Ambon dan Klasis Pulau Ambon Utara,”paparnya.

Dijelaskannya, basis pada sistim keuangan GPM, nantinya dikembangkan pada pembukuan yang menjadi pedoman penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gereja (APBG) pada tingkat jemaat maupun Klasis.Selain itu dia akui kalau selama ini sistim pelaporan dilakukan secara manual dan sistim pengawasan atau klasifikasi.

“Jadi dengan sistim deposit administrasi yang kita isi manual tentunya didukung dengan bukti-bukti kwitansi itu sudah kita lakukan,”paparnya.

Olehnya,kegiatan ini tentunya akan membuat upaya Gereja Protestan Maluku untuk menyusun laporan keuangan mengembangkan sistim secara digital.Karena dengan sistim ini pihak GPM tentunya belajar dari pengalaman pengelolaan administrasi GPM semaksimal mungkin.

 

Adapun,pada kegiatan aplikasi pelaporan keuangan ini diikuti oleh 17 jemaat,dimana masing-masing jemaat mengirimkan dua orang yakni Ketua Majelis Jemaat dan Bendahara.Hal ini Ketua Majelis Jemaat kapasitasnya sebagai otorisator yang bertanggung jawab secara keseluruhan.

Sistim ini tentunya akan menolong kerja GPM dalam mengkaver keuangan panitia-panitia bentukan jemaat.Jadi,selain laporan pertanggungjawaban yang berbasis pada penetapan anggaran yang ditetapkan dalam sidang jemaat, namun ada keuangan panitia yang dikelola, seperti umumnya panitia pembangunan gereja atau pastori.

Pelaporan itu akan tergambar bagaimana gereja mengelola potensi keuangannya sebagai Kasih Karunia Allah.Jadi semua yang diakan dalam kaitan dengan pelayanan,bagaimana gereja melakukan misi di tengah-tengah umat,masyarakat secara fisik maupun nonfisik.

Oleh karena itu, sistim ini memberikan kelengkapan,bahwa pencatatan manual tetap dilakukan, tapi kemudian ditingkatkan secara digital,sehingga dapat mengakses langsung kondisi keuangan jemaat.Memang ada kekuatiran jemaat,namun untuk pertanggungjawaban bersama,jika ada hal-hal yang terbaca karena itu angka-angka pelayanan.

“Untuk itu,saya berharap sistim  yang baru kita perkenalkan kita perlu atensi para pimpinan jemaat dan kalau ada pimpinan jemaat yang izin,tentu dihadiri oleh wakil ketua,”pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.