AMBON,N25NEWS.id- Kepala Sekolah SD Kristen Belso A2, Lussy.V.Pattipeilohy,S.Pd menegaskan kunjungan Moluccan Jukulele Leaders (MJL)Selasa,8 November 2022, ke sekolahnya selain mengajar ukulele mereka juga memberikan motivasi dan semangat bagi anak-anak didiknya untuk terus melestarikan musik ukulele di tanah maluku.
Selain itu dijelaskannya juga ,masuknya ukulele sebagai Mulok tentu menjadi nilai tambah yakni,perkembangan otak dalam pengetahuan belajar mengajar.
“Dan anak-anak sangat antusias bermain ukulele hal itu terlihat anak-anak dari kelas 2-6 ikut bermain ukulele,”kata Lussy Patipeilohy.
Dikatakannya lagi, ukulele memberikan dampak positif,karena membentuk karakter anak-anak menjadi mandiri.Selain itu, terbentuknya karakter anak-anak ini tidak terlepas dari guru musik yang didatangkan sekolah langsung dari IAKN Ambon.
” Kami belajar ukulele dua hari yakni Jumat dan Sabtu,bukan hanyua ukulele yang masuk dalam minat dan bakat siswa namun kami lebih memprioritaskan ukulele dulu,”jelasnya.
Katanya lagi,SD Kristen Belso A2 Ambon sangat bangga dengan adanya ukulele di sekolah tersebut,karena ada hal positif yang di dapat yaitu anak-anak terlibat dalam melestarikan mudaya maluku yaitu musik tradisional ukulele.
Grup Ukulele SD Kristen Belso A2 memiliki anggota 38 siswa-siswi,telah mahir sekitar 29 siswa,sementara pemula yang juga di kelas 2 dan 1,sekitar 19 pemula yang mau belajar ukulele.
“Untuk itu saya berharap, kedepan anak-anak bisa tampil dalam berbagai acara dan event,baik acara nasional maupun kegiatan di gereja.Saya juga ingin, bukan saja anak-anak yang bisa bermain ukulele,namun guru dan bahkan orang tua Bersama-sama melestarikan budaya di Maluku,”tandasnya.
Sementara itu Nicho Tulalessy Mollucan Jukulele Leaders (MJL) mengatakan,dirinya bersama teman-teman mengunjungi SD Kristen Belso A2 Ambon adalah komitmen programmemperkenalkan musik tradisional ukulele.
Lebih lanjut,menurut Nicho Tulalessy yang juga adalah Founder AUKC ini,komunitas Mollucan Jukulele Leaders sangat bangga karena anak-anak dari SD Kristen Belso A2 sangat antusias untuk belajar ukulele apalagi didukung oleh para guru di sekolah tersebut,hal ini sangat terasa ketika MJL disambut dengan hangat.
“Kita bersyukur karena sekolah-sekolah telah mengadopsi ukulele sebagai mata pelajaran muatan lokal dan hal ini sangat luar biasa,”ujar Nicho Tulalessy.
Selain itu,kata Nicho Tulalessy musik ukulele yang diterima begitu baik di SD Kristen Belso A2, kiranya dapat di contohi oleh sekolah-sekolah lain di Kota Ambon dan tentu anak-anak yang terlibat, otomatis telah melestarikan budaya, khususnya musik tradisional ukulele dan tentu dampak positifnya meminimalisirkan anak-anak dari candu gedget.
“Mengapa saya katakan demikian,karena penting diketahui di era digital yang perkembangannya sangat masif tentu sangat tidak muda mencegah anak-anak dari Adiksi Gawai.Tetapi ukulele menjadi solusi karena dapat mengalikan anak-anak dari Adiksi Gawai tadi,”paparnya.
Oleh karena itu, komitmen ini harus ditindaklanjuti dengan memberikan dukungan,dorongan yang konsisten,sesuai dengan arahan program Mollucan Jukulele Leaders.
“Tentu kita dorong dalam hal ini untuk samakan keahlian atau skill bermain ukulele bagi semua anak-anak di Kota Ambon dan Maluku secara umum.Dan pelatih ukulele juga kita dukung dan bina pengetahuan tentang ukulele dan nantinya mereka (pelatih) share ke anak-anak,”pungkasnya.
Skip to content






