AMBON,N25NEWS.id-SMA Kristen YPKPM Ambon menjadikan alat musik ukulele sebagai bagian dari promosi musik tradisional.Pasalnya,SMAKER Ambon memiliki program unggulan yang salah satunya adalah pelestarian musik tradisional,lagu dan tari-tarian.
Hal tersebut dikatakan,Kepala Sekolah SMA Kristen YPKPM Ambon,Dra.E.Laturiuw,M.Si,kepada N25NEWS.id,ketika ditemui di ruang kerjanya,Selasa (23/8/2022).
Lebih lanjut menurutnya,yang melatarbelakangi SMA Kristen YPKPM Ambon menjadikan ukulele sebagai program unggulan,karena perkembangan musik modern saat ini marak di kalangan anak-anak remaja.Olehnya,SMAKER Ambon merasa perlu mengembalikan gairah anak-anak remaja dalam hal ini anak-anak sekolah untuk mencintai musik tradisional sebagai identitas budaya Maluku.
“Karena itu,Juk ukulele dan suling merupakan salah satu program unggulan yang kami terapkan di kegiatan ekstrakurikuler.Dan, anak-anak melakukan kegiatan pelatihan dengan Juk ukulele dan suling itu juga merupakan bagian dari pembinaan karakter,”kata Latutiuw.
Selain itu ujar Latutiuw, kegiatan ekstrakurikuler bukan hanya sekedar anak-anak bisa bermain Juk ukulele dan suling,tetapi lebih dari pada hal itu, anak-anak memiliki karakter kebinekaan global.
Artinya mencintai, melestarikan,membudayakan musik tradisional atau budaya tradisional,namun tetap menghargai budaya-budaya orang lain maupun budaya daerah lain.
“Selain alat musik Juk ukulele dan suling perpaduan juga dari ekstrakurikuler, yang kami lakukan menjadikan anak-anak untuk bisa berprestasi,”ujarnya.
Sebab kembali menurutnya,belajar bukan hanya pengetahuan,tetapi melalui musik terutama musik tradisional, anak-anak di bina emosionalnya,itu merupakan bagian dari pembinaan karakter.
Dikesempatan yang sama,guru seni musik pada SMA Kristen YPKPM Ambon,Berty Ratila mengatakan masuknya ukulele di SMAKER,karena sejalan dengan cita-cita sekolah swasta ini melestarikan budaya orang Maluku yang sudah mulai terkikis oleh perubahan zaman.
Sehingga dengan ukulele siswa diajar untuk memahami tentang fungsi alat musik tradisional itu.Ditambah pula ada motivasi dari pelatih pembina musik di SMAKER yakni Nicho Tulalessy.
“Dan kami dari pihak sekolah sangat merespon kegiatan tersebut,”ucap pria asal Lelingluan ini.
Berty Ratila mengakui musik ukulele sangat bermanfaat bagi siswa-siswi dan juga masyarakat Maluku pada umumnya.Sebab indentitas ini Ambon menjadi kota musik bagi seluruh Indonesia.
Adapun,masuknya ukulele di SMA Kristen YPKPM Ambon anak-anak begitu antusias menyambutnya,hal ini terlihat dari hanya 15 anak-anak, namun bertambah menjadi 20-30 anak yang bergabung untuk bermain ukulele.
“Sebenarnya banyak sekali anak-anak yang ingin gabung,hanya saja banyak yang belum memiliki ukulele.Tetapi lebih eksklusifnya kepala sekolah juga tau bermain ukulele dan bahkan juga main gereja,”tuturnya.
Sementara itu,Marsha Judica Kiriweno mengatakan bahwa dirinya sangat suka bermain ukulele, apalagi saat jenuh dengan banyaknya tugas-tugas sekolah,maka bermain ukulele menghilangkan rasa jenuh itu.Bahkan bisa memberikan inspirasi.
“Saya senang bermain ukulele,karena bisa hilangkan kejenuhan,tapi juga sebagai inspirasi dan yang paling penting adalah kita sebagai generasi muda bisa melestarikan musik tradisional ukulele,”tandas siswa kelas X 2 ini.
Skip to content







