AMBON,N25NEWS.id-Masih dalam rangkaian perayaan Dies Natalis Ke-38,maka Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HMPS-PBSI), FKIP Universitas Pattimura (Unpatti) menggelar Mimbar Bebas dan perayaan seabad sastrawan Chairil Anwar.
Dimana Mimbar Bebas ini diisi dengan pembacaan puisi,dengan tema Suara Suara Rakyat.Selain itu, peserta juga ikut lomba nyanyi solo dengan membawakan lagu-lagu POP dari daerah Maluku,serta lagu Dangdut.
Aku…
Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi!
Itu adalah salah satu puisi dari Sastrawan hebat Chairil Anwar,yang bukti bahwa bahasa dan sastra tak lekang oleh waktu.Bahkan puisi terkenal tersebut menjadi inspirasi bagi peserta lomba Mimbar Terbuka Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia.
Selain itu,rangkaian perayaan Dies Natalis Ke-38 Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia ini,tidak hanya diikuti oleh peserta mahasiswa PBSI saja,namun juga diikuti oleh berbagai mahasiswa dari berbagai fakultas dalam lingkup Universitas Pattimura.
Selain itu, mahasiswa terlihat sangat antusias mengikuti berbagai mata lomba tersebut.Walaupun,cuaca yang tidak bersahabat (hujan),namun para mahasiswa tetap tampil menunjukan kebolehan mereka masing-masing.
Lomba yang berlangsung di halaman terbuka dengan dihiasi berbagai bendera hias tersebut,sangat ramai karena setiap mahasiswa ada pendukung yang selalu bersemangat dan memberikan aplous yang meriah.
Adapun diketahui, perayaan Dies Natalis Ke-38 Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia Unpatti, sebelumnya dibuka oleh Dekan Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP),Prof.Dr.Izaak Hendrik Wenno,S.Pd.,M.Pd,didampingi Kaprodi PBSI, Leonard Heppy Lelapary,M.Pd,juga dihadiri oleh, Sekretaris Jurusan Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia, Dr.Petrus J.Pattiasina,S.Pd.,M.Pd serta beberapa dosen.
Editor : Aris Wuarbanaran
Skip to content






