Edukasi,Ambon -Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Ambon mulai menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sudah dimulai dari bulan Februari 2022,namun terhenti.Pasalnya,terjadi peningkatan Covid-19 serta virus varian baru yakni Omicron,maka baru dilaksanakan PTM terbatas lagi dari tanggal 7 Maret hingga sekarang.
Hal tersebut disampaikan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Ambon,Gertruida S.Patty kepada N25NEWS.id,saat ditemui di ruang kerjanya,Senin (14/3/2022).
Lebih lanjut dikatakannya,proses PTM di SMP Negeri 1 Ambon,selain tatap muka,namun juga sebagian dilakukan secara daring.Dimana hal itu dilakukan agar siswa yang mengikuti mata pelajaran (mapel) di sekolah maupun di rumah,tidak tertinggal setiap mata pelajaran.
Adapun,kata Patty proses PTM terbatas ini,sudah barang tentu orang tua murid memiliki peran penting dalam hal terkait dengan protokol kesehatan (prokes) yang harus dipersiapkan terhadap anak.Karena mengingat dimasa pandemi Covid-19 kantin sekolah tutup,olehnya orang tua murid harus siapkan makanan maupun snack bagi anak-anak.
Sedangkan mengenai teknis pembagian pembelajaran PTM di SMP Negeri 1 Ambon masih menerapkan masuk sekolah secara sip (2 sip),dimana sip pertama untuk kelas kecil, sementara sip kedua untuk kelas besar.
“Pembagian sip ini cukup efektif,karena memang waktunya kita gunakan sekaligus daring dengan tatap muka,sehingga anak-anak yang di rumah pembelajarannya sama dengan yang di sekolah,”ujar Patty.
Dijelaskan Patty lagi, proses PTM terbatas ini juga mempunyai target,yakni dalam 4 hari pembelajaran.Karena,setengah daring dari rumah dan setengah di sekolah,maka hari Senin itu dilaksanakan dua mata pelajaran,Selasa tiga mapel,Rabu juga tiga mapel dan hari Kamis dua mapel, sehingga target semua mata pelajaran tuntas.
Selain itu,Patty tidak bisa pungkiri bahwa proses PTM ini tentu ada keterbatasannya,salah satunya adalah masalah jaringan (internet) yang mempengaruhi proses pembelajaran anak di rumah maupun di sekolah.Hal inilah yang tentu tidak optimal.
“Olehnya kita memakai cara dengan memberikan pembelajaran kelas terbalik.Dimana,proses ini menerapkan bahan ajar seperti video dari guru yang telah dikirim 3 hari sebelum proses pembelajaran.
Untuk diketahui pelajaran kelas terbalik adalah guru sudah menghadirkan kelas lebih dulu sebelum guru berproses di kelas.
Selain itu,dapat diartikan bahwa,guru sudah mengirim bahan ajarannya dalam bentuk power poin,kemudian anak sudah mengerjakan tugas dalam bentuk LKPD yang dikirim berupa video-video pembelajaran,baru setelah dalam proses tatap muka itu baru siswa langsung berdiskusi.
“Dan diskusi itu terkait dengan konsep-konsep yang mereka sudah pelajari,”jelas Patty.
“Untuk saya berharap supaya ada koordinasi dengan Dinas Pendidikan,agar bagaimana proses PTM ini dapat berlangsung secara kontinyu agar pendidikan tidak terkendala dan terus maju.
Editor : Aris Wuarbanaran
Skip to content








