AMBON,N25NEWS.id-Program Studi (Prodi) Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon,hari Senin (22/8/2022) merayakan hari ulang tahun (HUT) yang ke-38 tahun,yang berlangsung di pelataran Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia kampus Unpatti.
Perayaan HUT ke-38 ini dikemas dalam 4 acara mata lomba yakni makan kerupuk,gigit sendok isi kelereng, debat perorangan dan nyanyi solo.
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unpatti Ambon,Prof.Dr.Izaak Hendrik Wenno,S.Pd.,M.Pd,dalam sambutannya mengatakan,sebagai pimpinan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,di usia yang ke-38 ini ada banyak hal yang sebenarnya harus dilakukan.Olenya,Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI),harus terus berkarya guna menghasilkan sarjan-sarjana pendidikan dalam bidang ilmu bahasa dan sastra Indonesia.
“Kami dari pimpinan fakultas akan selalu bersinergi dan bekerjasama, untuk mencapai sesuatu yang optimal serta bermanfaat bagi pengembangan keilmuan,lebih khusus bidang ilmu bahasa dan sastra Indonesia,”kata Prof.Izaak Wenno.
Menurutnya,banyak hal yang sebenarnya pihak pimpinan fakultas inginkan di Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia,sebab banyak kontribusi bagi pengembangan pendidikan di Indonesia,bahkan di provinsi Maluku, program studi bahasa dan sastra Indonesia ini bisa menghasilkan calon-calon guru yang berkualitas,bermutu dan profesional.
Sehingga Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia bergairah dengan prodi yang lain.Itu sebabnya, bahasa Indonesia diajarkan dari Paud, TK sampai SMP, SMA dan untuk perguruan tinggi,pelajaran bahasa Indonesia wajib,karena bahasa Indonesia itu penting.
“Bagi kami ini adalah program progam studi yang memiliki keunggulan lebih spesifik dengan program-program yang lain,karena banyak sekali mahasiswa-mahasiswa asing yang datang di Maluku khususnya di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan pada Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia untuk bagaimana belajar bahasa Indonesia,”ujar Prof.I Wenno.
Adapun,Prof.Izaak Wenno menambahkan bahwa, bahasa Indonesia nantinya akan menglobal seperti bahasa Inggris dan bahasa negara-negara lainnya.Selain itu, bahasa Indonesia juga bisa dijadikan sebagai bahasa pembanding untuk orang-orang yang datang bekerja di Indonesia atau orang luar yang datang untuk belajar bahasa Indonesia.
Olehnya,di usia ke-38 Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia terus dikembangkan.Karena di abad 21 ini dibutuhkan sekali orang-orang yang kreatif,kritis, mandiri dan punya kreativitas.
“Artinya kita kritis dalam menghadapi berbagai persoalan dan menjadi satu bagian yang bisa digunakan untuk memecahkan berbagai persoalan,”paparnya.
Sementara itu,terkait soal akreditasi pada Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia,Ketua Program Studi (Kaprodi) Bahasa dan Sastra Indonesia, Leonard Heppy Lelapary,M.Pd, mengatakan masa akreditasi Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia berakhir di tanggal 15 Agustus 2022 dan sudah selesai,tapi di pertengahan tahun kemarin terjadi pergantian antara BAN-PT dengan Lamdik dan pihaknya masih berproses dengan ketentuan nanti dibatas akhir tanggal 31 Agustus.
“Sudah 80 persen kami telah melakukan pekerjaan mulai dengan mengidentifikasi data kuantitatif,serta bagian evaluasi diri dan sementara di selesaikan,”kata Lelapary.
Adapun,langkah terakhir pihaknya melakukan presentasi dokumen ke pihak LP3M (Lembaga Penjaminan Mutu) Unpatti sebagai lembaga yang mengawal atau yang bertanggung jawab mendampingi proses-proses akreditasi program studi yang selama ini di Unpatti.
“Dari hasil yang kami lakukan berdasarkan data kuantitatif kondisi Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia sampai dengan periode 2022 ada dalam kondisi yang baik pada pangkalan data kita di kemenristek Dikti,”ujarnya.
Dan semua aktivitas perguruan tinggi dan mengajar semuanya baik,ini yang kemudian memberdayakan Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia yang memiliki modal 7 doktor,yang menjadi potensi untuk dipertimbangkan.
“Untuk itu,saya berharap keinginan kita bisa mencapai akreditasi unggul dan kalau bisa akreditasi unggul berarti kita semakin memiliki daya saing di Maluku maupun di Indonesia,”tandasnya.
Reporter : Aris Wuarbanaran
Editor : Redaksi
Skip to content







