AMBON,N25NEWS.id-Musik selain merupakan budaya namun juga sebagai identitas orang Maluku.Pasalnya,ide dan talenta dari pelaku maupun komunitas musik tradisional mampu menciptakan sebuah alat musik yang mengagumkan.
Hal tersebut dikatakan Kepala Sekolah SDN 65 Ambon,Jacomina Laisina kepada N25NEWS.id, disela-sela mengunjungi Komunitas Musik Balaga yang dipimpin Brengky Ekberd Picanussa,Sabtu (20/8/2022).
Menurutnya, Brengky Ekberd Picanussa yang biasa disapa bpk Egy memiliki pandangan yang luas mengenai musik, khususnya musik tradisional,hal itu terbukti dengan bpk Egy dapat menciptakan kurang lebih 30 jenis alat musik tradisional seperti ukulele dari Bambu dan Gaba-Gaba.
“Ukulele dari Bambu dan Gaba-Gaba yang kami bawa dari rumah bpk Egy,kami sudah mempraktikkannya,”ujar Kepsek SDN 65 Ambon Jacomina Laisina.
Selain itu,kata Jacomina Laisina,dirinya merasa sangat berterima kasih dan bangga karena orang Maluku seperti Egy Picanussa yang memiliki talenta luar biasa serta mewarisi budaya dalam menciptakan alat musik dari alam Maluku yang kaya dan khas seperti Bambu dan Gaba-Gaba.
“Olehnya kunjungan kami untuk melihat langsung hasil karya-karya bpk Egy Picanussa yakni alat musik tradisional ukulele dari Bambu dan Gaba-Gaba, akhirnya kami ingin tau cara bermain alat musik yang bpk Egy Picanussa berikan kepada kami,”tutur Laisina.
Lebih dalam ujar Laisina, alat musik tradisional ukulele dari Bambu dan Gaba-Gaba hasil pemberian bpk Egy Picanussa,tentu secara ekonomi dapat meminimalisir anggaran untuk membeli di toko.Dengan demikian, anak-anak SDN 65 Ambon dapat menggunakan alat musik tradisional ukulele dari Bambu dan Gaba-Gaba tersebut untuk mengikuti ivent-ivent kedepan.
“Kalau ukulele dari Bambu dan Gaba-Gaba yang kami dapat dari bpk Egy Picanussa ini, tentunya kami perlu membeli lagi,kan secara ekonomi kami bisa simpan uang untuk kalau ada iven-iven kami bisa ikut,”jelas Laisina.
Sementara itu, pimpinan Komunitas Musik Balaga Brengky Ekberd Picanussa atau Egy Picanussa mengatakan bahwa kunjungan anak-anak SDN 65 Ambon ke komunitasnya yakni Balaga (Bambu lapis Gaba-Gaba) merupakan suatu kejutan (suprise).
“Dan kami disini sangat menyambut dengan gembira anak-anak SDN 65 Ambon yang sudah datang untuk melihat alat-alat musik ukulele yang berbahan Bambu dan Gaba-Gaba,”ujar Egy Picanussa.
Selain itu,kata Egy Picanussa anak-anak SDN 65 Ambon yang datang tentu dapat belajar bermain ukulele dan bahkan mendengar bagaimana menyetel kemudian,mereka juga belajar alat-alat musik tradisional lainnya.Mudah-mudahan SDN 65 Ambon yang pertama mengembangkan alat-alat musik tradisional dari Bambu dan Gaba-Gaba.
“Untuk itu,saya berharap berbagai alat musik tradisional yang sudah dibuat ini bisa menambah khasanah musik di Maluku.Dan kami siap untuk bisa berkerjasama dengan SDN 65 Ambon untuk pengembangan alat musik di sekolah ibu Laisina dan mudah-mudahan nanti bisa menjadi konser pertama SD di Maluku,”tandasnya.
Editor : Aris Wuarbanaran
Skip to content








