Edukasi-Ilmu pengetahuan yang diberikan oleh guru,juga merupakan sebuah pelayanan.Dimana,pelayanan yang bertujuan untuk menatalayani perjumpaan bersama dengan anak-anak Yesus Kristus yang adalah Putra Natal.
Hal tersebut dikatakan,Pendeta Ampy Noya,dalam khotbahnya saat perayaan Natal Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Kristen (PAK) tingkat SD Kecamatan Teluk Ambon yang berlangsung di SDN 2 Hative Besar,Rabu (7/12/2022).
Dikatakan dalam refleksi Natal tersebut, Pdt.Ampy Noya mengatakan lagi, anak-anak,guru dan orang tua adalah gembala yang harus memiliki tujuan seperti para Majus yang datang dari Timur untuk menyembah Yesus serta mempersembahkan emas,mur dan kemenyaan yang merupakan kelebihan dari mereka.
Selain itu,lanjut Pdt.Ampy Noya mengatakan kenapa Yesus harus lahir kandang yang hina dan tidak di rumah sakit ?,jawabannya adalah karena karena Yesus lahir di tempat yang sudah disediakan Allah dan ini merupakan sebuah karya penyelamatan Allah bagi umat manusia.
Keselamatan itu,menjadi dasar untuk bagaimana saatnya Yesus,penebus yang merupakan bagian dari pada keturunan Daud itu,menjadi keselamatan sampai mati.Dan kali ini,yang disiapkan Allah benar, untuk sebuah karya penyelamatan.
“Sampai kapanpun keselamatan itu menjadi bagian dari pada kita.Sebab,kita tidak memberikan emas,mur dan kemenyaan,tetapi ilmu yang kita sebagai guru berikan kepada anak didik kita,”ujar Pdt.Ampy Noya.
Menurutnya,pelayanan atau ilmu pengetahuan yang guru berikan kepada anak-anak,harus dengan tulus,sebab jika sebagai guru tidak tulus,maka tentu anak-anak menerimanya juga dengan tidak tulus.
“Ini bukan soal harta,tetapi soal anugerah dan kesempatan untuk berjumpa dengan Yesus dengan anak-anak kita,”jelasnya.
Adapun yang menjadi poin penting adalah guru sebagai teladan dalam pelayanannya jangan bersungut.”Sebab, jika ada persungutan,maka anak-anak juga tidak mendapat bagian yang terbaik dari pada kita,”ucap Pdt.Ampy Noya.
Dikesempatan yang sama,Pengawas KKG PAK,Frida Tanate mengatakan,sebagai guru PAK perjumpaan dengan Yesus menjadi impian olehnya, perjumpaan dengan Yesus akan mengantar anak-anak dengan Yesus Kristus sebagai Putra Natal.
Oleh karena itu,makna perjumpaan dengan Sang Juruslamat bukan lagi di Betlehem,namun pada ruang-ruang kehidupan,baik itu di kelas,tempat tugas dan di tempat melayani.
Dan sebagai guru PAK,sangat ingin berjumpa dengan Yesus Sang Penebus Dosa umat manusia.
“Untuk itu,mari kita berbenah,berkomitmen dengan Yesus,karena perjumpaan dengan Yesus lahir nilai-nilai kesetiaan,komitmen, integritas dan ketulusan itu dapat kita wujudkan dalam tugas dan panggilan kita,”paparnya.
Sementara itu sebagai tuan rumah,kepala sekolah SD Negeri 2 Hative Besar Ambon Samuel Wenno menegaskan,berangkat dari tema sentral SINODE GPM yaitu “Marilah kita pergi berjumpa dengan juru selamat Kristus Tuhan”
Tema ini tentu akan memberikan suasana baru untuk bagaimana kita menerima Tuhan di dalam hidup dan mempraktekkannya dalam tugas dan pelayanan kita sebagai guru PAK di sekolah masing-masing untuk mendidik anak-anak kita generasi emas.
Skip to content






