Leisina,Bangga SD 65 Ambon Sebagai Pelopor Masuknya Jkulele di Sekolah-sekolah

by -97 views

\AMBON,N25NEWS.id-Musik tradisional jukulele ternyata memiliki keistimewaan tersendiri.Pasalnya, jukulele mulai masuk ke SD 65 Ambon,atas prakarsa kepala sekolah dan guru-guru,serta dukungan dan support orang tua,bahkan dari SD 65 Ambon jukulele mulai merambah ke sekolah-sekolah di Kota Ambon.

Hal ini dikatakan Kepala Sekolah SD 65 Ambon,Jakomina Laisina kepada N25NEWS.id,saat ditemui ,Rabu (9/11).

Lebih lanjut menurutnya,keistimewaan musik jukulele inilah,sehingga dapat di terima dengan baik oleh sekolah-sekolah di Kota Ambon dan bahkan kecanduan jukulele ini juga diterima diluar Ambon dan Maluku pada umumnya.

Selain itu,dampak dari perkembangan jukulele yang begitu pesat ini mengakibatkan banyak anak-anak tertarik dan berlatih sehingga melahirkan berbagai anak-anak yang mahir bermain jukulele.

“Saya melihat antusias anak-anak untuk belajar jukulele sangat luar biasa dan di tambah pula dukungan dari orang tua murid,sebab riilnya di SD 65 Ambon siswa-siswi dari kelas 2-5 anak-anak begitu serius belajar jukulele,’kata Leisina.

Adapun,dukungan orang tua dalam menyediakan jukulele kepada anak-anak,patut diapresiasi,karena dengan adanya support orang tua otomatis mereka akan mahir bermain ukulele.

“Untuk itu,saya harap kedepannya ukulele di SD 65 lebih maju lagi dan buat pelatih jukulele yakni bung Nicho Tulalessy dan teman-teman,kami sangat mengapresiasi program Mollucan Jukulele Leaders (MJL).

Sementara itu,salah pengurus Mollucan Jukulele Leaders,Benny Toumahuw mengatakan,kegiatan mengunjungi sekolah-sekolah merupakan program dari Mollucan Jukulele Leaders (MJL),yang terus dijalankan dengan tujuan memperkenalkan musik tradisional ukulele ke seluruh sekolah di Provinsi Maluku dan Kota Ambon khususnya.

“Kami dari MJL sangat bersyukur karena program kami ini berjalan sesuai dengan apa yang inginkan,yakni sebagai motivasi kepada anak-anak sekolah dalam belajar jukulele,”ujar Toumahuw.

Selain itu,kata Toumahuw program jukulele merupakan alat musik universal,dia tidak monoton pada satu komunitas saja,namun jukulele menembus ruang dan waktu,sehingga MJL selalu terbuka bagi komunitas,lembaga pendidikan, maupun siapa saja untuk berkolaborasi,sebab itulah prinsip dasar program Jukulele.

“Saya berharap program dari MJL ini dapat meningkatkan kualitas anak-anak di bidang musik, khususnya jukulele yang harus kita jaga,lestarikan dan bina bersama,”pungkasnya.