Jakarta-Ribuan guru lulus passing grade (PG) PPPK kemungkinan besar bakal masuk keranjang lantaran formasi yang disiapkan daerah tidak berbanding lurus dengan jumlah guru lulus PG tahap 1 dan 2.
Hal itu pun membuat 193.954 guru lulus passing grade (PG) hasil seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kini tengah resah.
Perencanaan Program dan Anggaran Ditjen Guru Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbudristek Andika Gerindra memaparkan, jika melihat data formasi PPPK 2022 ditambahkan sisa tahun 2021, sebanyak 303 Pemda, posisinya tidak aman.
Pasalnya, 303 pemda itu hanya membutuhkan 173.845 formasi guru.
“Alhasil, jumlahnya jauh lebih kecil dibandingkan jumlah guru lulus PG,” ujarnya,Jumat (24/6).
Artinya, kata Andika, tidak semua akan terakomodasi sehingga berpotensi masuk keranjang, kecuali pemda menambah forrmasi untuk guru lulus PG.
Lebih lanjut, Andika memaparkan sejumlah mata pelajaran (mapel) kelebihan guru lulus PG, seperti bahasa Inggris, guru TK, ekonomi, dan lainnya.
Guru-guru tersebut, kata Andika, berpotensi besar masuk keranjang alias menunggu antrean untuk diangkat menjadi PPPK bila ada aparatur sipil negara (ASN) yang pensiun.
Meskipun begitu, Kemendikbudristek akan terus mencarikan dan menempatkan guru lulus PG di sekolah yang membutuhkan jika di sekolah induk penuh.
“Hanya, jika formasinya yang disiapkan Pemda tidak cukup, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Dengan terpaksa guru-guru ini masuk keranjang karena kelebihan,” kata Andika.
Sumber : jpnn
